MOTOR KAWASAKI Ninja Retro Clasic W175 Cafe




Penjelasan – Kawasaki W175 Café

1. Karakter & Desain

  • W175 Café adalah versi klasik bergaya café racer dari keluarga Kawasaki W-series.

  • Tampilan khas café-racernya: ada visor meter kecil di atas lampu depan.

  • Jok dibuat ala café racer: bentuk lebih “flat / sedikit meruncing” ke belakang untuk kesan sporty klasik.

  • Spatbor belakang dibuat lebih pendek (sporty), dan ada pelindung knalpot (muffler guard) dengan aksen krom.

  • Suspensi belakang dual-shock dengan pegas preload yang bisa disesuaikan.

  • Velg memakai jari-jari (spoke wheel) 17 inci seperti motor retro klasik.


2. Mesin & Performa

  • Mesin: 177 cc, 1 silinder, 4-tak, SOHC.

  • Pendingin: udara (air-cooled).

  • Pengabutan bahan bakar: menggunakan karburator Mikuni VM24.

  • Daya maksimum: ~13 PS (9,6 kW) pada 7.500 rpm.

  • Torsi maksimum: ~13,2 Nm di 6.000 rpm.

  • Transmisi: 5 percepatan (5-speed), dengan pola “return”.


3. Rangka, Suspensi & Rem

  • Rangka: semi-double cradle berbahan baja.

  • Suspensi depan: teleskopik (fork) diameter 30 mm.

  • Suspensi belakang: swingarm + dual shock absorber.

  • Rem depan: cakram (disc) 220 mm.

  • Rem belakang: tromol (drum) ~110 mm.

  • Ukuran ban: depan 80/100-17; belakang 100/90-17.


4. Dimensi & Berat

  • Panjang × Lebar × Tinggi: sekitar 1.940 × 765 × 1.045 mm untuk varian Café.

  • Jarak poros roda (wheelbase): ~1.275 mm.

  • Jarak ke tanah (ground clearance): ~165 mm.

  • Berat (ready / curb): ~126 kg.

  • Kapasitas tangki bensin: ~13,5 liter (berdasarkan spesifikasi W175 Café versi lama)


5. Fitur & Teknologi

  • Panel instrumen cukup sederhana (klasik): dari review Kompas, hanya ada speedometer dan odometer; indikator sein, netral, dan lampu jauh.

  • Pengapian: DC-CDI.

  • Sistem bahan bakar masih karburator → butuh pemanasan (choke) saat start dingin menurut review Kompas.

  • Tidak terdapat fitur elektronik kompleks seperti kontrol traksi atau ABS di varian dasar (sesuai spesifikasi klasik).


6. Warna & Varian

  • Beberapa pilihan warna (model 2024 / 2025): Metallic Resplendent Silver dan Metallic Ocean Blue untuk varian Café.

  • Pada model 2020, tersedia warna hitam (dengan aksen hijau), oranye, dan silver.


7. Performa & Karakter Berkendara

  • Posisi berkendara ala café racer → setang sedikit lebih rendah dibanding motor retro polos, memberi kesan sporty namun tetap santai.

  • Performa mesin: cukup “ngisi” di gigi menengah (3 & 4), dan gigi 5 cocok untuk cruising ringan.

  • Kecepatan puncak yang dicatat dalam tes Kompas ~80 km/jam dengan setelan karburator default.

  • Konsumsi bahan bakar: dalam tes Kompas, di kondisi macet bisa ~29 km/liter, dan saat lalu lintas lancar bisa mencapai ~36 km/liter.


8. Harga & Biaya Kepemilikan

  • Menurut Kompas, biaya kepemilikan per hari (termasuk servis rutin, pajak, BBM) untuk W175 Café diperkirakan sekitar Rp 17.000-an per hari.

  • Harga on-the-road (OTR) Jakarta menurut press release model year 2023: sekitar Rp 35,900,000 untuk varian Café.


9. Kelebihan & Kekurangan

Kelebihan:

  • Tampilan klasik café racer yang sangat menarik dan elegan.

  • Mesin sederhana → mudah dirawat (karburator, satu silinder).

  • Bobot ringan → manuver di kota cukup mudah.

  • Hemat bahan bakar relatif (tergantung gaya berkendara).

  • Kesederhanaan mekanik → cocok untuk modifikasi atau custom.

Kekurangan:

  • Perlu pemanasan sebelum jalan (karena karburator) → kurang praktis dibanding injeksi.

  • Performa terbatas → tidak sangat kencang (top speed rendah menurut tes).

  • Fitur modern minim → tidak punya ABS / teknologi tinggi.

  • Ketinggian jok atau setang bisa terasa “agak rendah” bagi beberapa pengendara tinggi.


Kesimpulan

Kawasaki W175 Café adalah motor retro klasik dengan inspiration café racer — menggabungkan gaya jadul dan karakter santai, tetapi dengan mesin yang cukup cukup untuk penggunaan harian ringan. Ini pilihan yang bagus jika kamu suka tampilan klasik tapi tidak butuh mesin besar atau teknologi canggih.