MOTOR YAMAHA Yamaha Fazzio Lux dan Neo
1. Sekilas Tentang Yamaha Fazzio Hybrid, Varian Lux & Neo
-
Yamaha Fazzio adalah skuter matik “classy / retro-modern” dari Yamaha yang mengusung mesin hybrid (meskipun bukan full EV) → ada kombinasi mesin + “electric-assist” untuk akselerasi awal.
-
Varian Neo dan Lux adalah dua pilihan tampilan / gaya (dan sedikit perbedaan bobot) dari Fazzio:
-
Neo → warna lebih sporty, pilihan warna lebih banyak.
-
Lux → warna lebih elegan / premium.
-
-
Harga (OTR Jakarta) ketika diluncurkan: varian Neo sekitar Rp 21,7 juta, Lux sekitar Rp 22 juta menurut YIMM.
2. Spesifikasi Mesin & Performa
-
Mesin: 124,86 cc (sekitar 125 cc), satu silinder, SOHC.
-
Daya maksimum: 6,2 kW di 6.500 rpm → setara ~8,3 PS (menurut sumber)
-
Torsi maksimum: 10,6 Nm di 4.50 rpm.
-
Sistem bahan bakar: injeksi (fuel injection).
-
Sistem starter: elektrik.
-
Transmisi: otomatis (V-belt / matic).
-
Teknologi “Hybrid”: Fazzio menggunakan “Electric Power Assist Start” → motor listrik bantu akselerasi awal (misalnya saat menanjak atau ketika membawa beban) supaya lebih halus dan responsif.
3. Dimensi, Rangka & Berat
-
Rangka: underbon.
-
Belakang: unit swing
-
-
Ban: depan dan belakang sama-sama 110/70-12 menurut spesifikasi.
-
Rem:
-
Depan: cakram (disc)
-
Belakang: tromol (drum)
-
-
Dimensi (PxLxT): ~ 1.820 mm × 685 mm × 1.125 mm.
-
Jarak sumbu roda: ~ 1.280 mm.
-
Tinggi jok: ~ 750 mm.
-
Berat isi (berat motor saat “isi” bahan bakar, oli, dsb): 95 kg menurut spesifikasi Fazzio Lux.
-
Kapasitas tangki bensin: 5,1 liter.
4. Fitur & Teknologi
Beberapa fitur menarik dari Fazzio Hybrid (Neo maupun Lux):
-
Smart Key System: Fazzio punya sistem kunci pintar tanpa anak kunci tradisional → memudahkan penguncian & pengoperasian.
-
Answer Back System: bagian dari smart key – bisa mengecek posisi motor (misalnya saat parkir) melalui sinyal.
-
Y-Connect (konektivitas smartphone): Fazzio terhubung dengan ponsel melalui aplikasi Y-Connect → pengendara bisa melihat notifikasi telepon / pesan, lokasi parkir, konsumsi bahan bakar, bahkan peringatan perawatan mesin (ganti oli, cek baterai accu) lewat aplikasi.
-
Lampu LED: lampu depan sudah LED, memberikan penerangan modern tapi tetap nuansa retro
-
Panel instrumen digital: speedometer digital penuh (full digital) dengan tampilan negative (latar gelap, tulisan terang), menampilkan informasi seperti jam, tripmeter, konsumsi BBM, dsb.
-
Hazard lamp: Fazzio juga dilengkapi lampu hazard (tanda darurat) di semua varian.
5. Perbedaan Antara Fazzio Lux dan Neo
Meskipun mesin dan banyak spesifikasinya sama, namun ada beberapa perbedaan penting antara varian Lux dan Neo:
Warna dan desain:
-
Neo: warna lebih sporty, pilihan warna seperti Cyan, Red, Beige, dan Black.
-
Lux: warna lebih elegan / premium, seperti Matte Black dan Prestige Silver (atau varian lain di versi baru)
Bobot & performa:
-
Ada laporan bahwa karena bobot berbeda, akselerasi sedikit berbeda. Sebagai contoh, menurut Dealeryamaha, varian Neo lebih ringan → akselerasi mungkin lebih responsif.
-
Untuk kecepatan maksimal: menurut satu sumber, Neo bisa mencapai ~90 km/jam karena bobotnya lebih ringan, sedangkan Lux bisa “sedikit lebih tinggi” (laporan dari sumber yang sama) karena bobot varian Lux lebih besar → meskipun catatan ini berasal dari dealer, jadi bisa bervariasi.
Harga:
-
Seperti disebut, Neo sedikit lebih murah dibanding Lux sesuai rilis awal: Neo ~ Rp 21,7 juta, Lux ~ Rp 22 juta (OTR Jakarta).
-
Ada juga varian warna baru & versi 2023 yang mungkin punya harga berbeda.
6. Kelebihan & Kekurangan
Kelebihan:
-
Mesin hybrid (assist listrik) → akselerasi awal lebih halus, terutama ketika menanjak atau membawa beban.
-
Irit bahan bakar karena mesin kecil (125 cc) + sistem efisien Blue Core.
-
Desain retro-modern: gaya klasik tapi tetap modern dengan lampu LED dan instrument digital.
-
Fitur konektivitas (Y-Connect) menambah nilai modern dan kegunaan (monitor BBM, perawatan, posisi parkir).
-
Bobot ringan (95 kg) → mudah dikendalikan, manuver oke, sangat pas untuk penggunaan harian dan di jalan perkotaan.
-
Tangki bahan bakar tidak terlalu besar (5,1 L) → lebih ringan, tapi cukup untuk penggunaan harian.
Kekurangan:
-
Kapasitas tangki relatif kecil → untuk perjalanan jauh mungkin perlu isi lebih sering.
-
Mesin 125 cc + power assist bisa berarti tenaga puncak tidak besar → mungkin kurang untuk kecepatan tinggi atau beban berat.
-
Rem belakang tromol → performa pengereman belakang bisa kalah dari skuter yang punya cakram di belakang.
-
Fitur “hybrid” yang membantu akselerasi awal menambah kompleksitas sistem → potensi perawatan bisa sedikit lebih rumit (meskipun tidak setara EV).
-
Karena desain retro, mungkin tidak cocok untuk yang suka skutik sporty sangat agresif atau dengan tampilan sangat futuristik.
Catatan dari pengguna:
-
Beberapa pemilik Fazzio menyebut suspensi agak terasa “tagtag” di jalan yang tidak mulus. > Contoh: “As in. Haha … grabe ang tagtag.”
-
Ada juga yang menyebut headlamp agak kurang terang → karena ukuran lampu dan desain retro-nya.
-
Tapi banyak juga yang sangat menyukai desainnya: “the thing I paid for … yung looks talaga.”
7. Penggunaan Ideal
Motor ini sangat cocok untuk:
-
Komuter harian di kota: ringan, manuver mudah, efisien bahan bakar.
-
Pengguna yang menginginkan skutik dengan gaya retro: tampilan klasik + modern mix sangat menarik jika kamu suka skuter bergaya “classy”.
-
Pengendara yang butuh akselerasi halus di start: karena assist listrik di awal, cocok untuk stop & go di jalan perkotaan.
-
Orang yang suka teknologi: konektivitas Y-Connect sangat membantu untuk memantau data motor lewat ponsel.
-
Pengguna yang tidak sering melakukan perjalanan sangat jauh: karena tangki kecil, mungkin kurang ideal untuk touring panjang, tapi sangat pas untuk keperluan sehari-hari.



